<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
					xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
					xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
				  >
<channel>
<title>Blog Cerita Pendek</title>
<link>http://ceritapendek.mywapblog.com/</link>
<description><![CDATA[Kumpulan cerita pendek fiksi dan non fiksi]]></description>
<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 23:26:00 +0000</pubDate>
<item>
<title>bukan DEJA VU</title>
<link>http://ceritapendek.mywapblog.com/bukan-deja-vu.xhtml</link>
<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 23:26:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Byuuuuuuuuuuuuuuuur........”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Gulungan ombak itu akhirnya menghantam tubuhku dan kekasihku yang sedang berada di sebuah dayung berwarna pink. Kupeluk erat kekasihku itu supaya tidak terbawa oleh ombak yang cukup besar itu. Namun apa yang terjadi, ketika ombak itu berlalu aku tak melihat kekasihku yang cantik itu ada di pelukanku. Kebingungan mulai menghinggapi pikiranku, aku berdiri dan mencari kekasihku itu di sekitar perahu...</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“Puuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttt !!! dimana kamu?????”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Namun tidak ada jawaban dari Putri, aku terus berteriak memanggil namanya dengan lebih keras lagi. Dan tiba-tiba sesosok tubuh tinggi, gendut, dan penuh amarah muncul di hadapanku. Sepertinya aku mengenal sosok tersebut, ya aku mengenal ekspresi kemarahannya... hah dia khan mamaku, koq aku bisa lupa sich? Dengan penuh kepanikan aku peluk mamaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“ maaaaaaa, Putri hanyut maaaaa” tangisku pecah di pelukan mamaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Tiba-tiba mama mendorong tubuhku yang basah kuyup ini dengan tanpa perasaan sambil marah-marah seolah tidak memperdulikan kesedihan anaknya yang baru kehilangan kekasihnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“hanyut.....hanyut gigi elo.... ayo bangun, udah siang tau?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Bangun?????????</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ku picingkan mataku, dan sejenak berfikir dan memfokuskan pandangan. Sialan ternyata aku bukannya berada di tengah lautan tapi ternyata ada di atas kasur dan suara byur tadi ternyata bukan karena ombak melainkan karena aku disiram dengan seember air oleh mama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“hik....hik....hik....” suara cekikikan terdengar dari pintu kamarku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Agnes berdiri di sana sambil merunduk-runduk karena menahan tawa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“emang enak disiram pagi-pagi?” ia ngelonyor pergi tepat sebelum guling merah jambuku terbang ke arahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ udah dong, Kak. Jangan manyun terus” sergah adik perempuanku yang super manja tersebut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Aku tetap tak bergeming dan tetap konsentrasi dengan setir mobilku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Agnes, nggak bermaksud ngeledekin Kak Dika koq” rayunya kembali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Ku pandang wajahnya yang cantik sejenak dan entah kenapa setiap melihat mukanya yang nyebelin itu bawaannya jadi kesel</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ nggak ngeledekin gimana, jelas-jelas kamu ngetawain Kakak pas jemur kasur tadi?” protesku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Kami terdiam cukup lama sehingga mobil yang kami tumpangi menepi di depan sekolahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">“ ya udah, Agnes ngaku salah. Lain kali Agnes janji kalau udah jam setengah tujuh, Agnes mo bangunin Kak Dika sebelum disiram sama mama, gimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Aku menoleh ke arahnya, mulutnya terangkat ke atas dengan mata yang sayu dan sedikit anggukan penuh harap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ janji?” kataku sambil melotot</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ janji”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Sejurus kemudian aku kucek-kucek rambutnya yang udah rapi sampai awut-awutan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ maafin Kak Dika ya, Dek”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Senyum Agnes melebar dan ketika ia menyadari tatanan rambutnya jadi rusak olehku mendadak ia memasang muka cemberut dan keluar dari mobil sambil berkata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Kak Dika Jahat, tuh rambut Agnes jadi semrawut”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Aku hanya tersenyum puas karena sudah bisa membalas dendam kepadanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Suasana di kampus hari ini membosankan sekali, mungkin karena Putri tidak ikut kuliah, dua hari yang lalu dia pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi karena ada saudaranya yang akan menikah. Memang kuakui kehadiran Putri sebagai kekasihku turut berperan dalam memompa semangatku untuk rajin mengikuti kuliah, dia dengan sabarnya selalu memberikan dorongan kepadaku untuk mengerjakan tugas dari dosen, bahkan jika ada quiz, malamnya ia selalu menelfon aku untuk memastikan aku belajar. Intinya, Putri benar-benar adalah penawar sifat malasku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Kak Dika, mamaaaaaaaa.... !!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Suara teriakan adikku menggema di ruang tamu. Aku yang sedang asyik bermain play station cukup terkejut dengan suara adikku itu. Suaranya semakin keras saja ketika ia semakin dekat denganku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Ada apa sich, Nes? Gangguin orang saja” omelku padanya karena teriakannya sudah membuat Messi salah umpan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Kak coba lihat! ” ucapnya sambil berdiri di sebelahku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Aku tetap konsen pada layar televisi sebelum akhirnya selembar kertas menghalangi pandanganku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Apa-apaan kamu, Nes!” bentakku padanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Bukannya takut denganku, Agnes malah mematikan layar televisi dan melangkah ke arahku lagi kemudian duduk di hadapanku sambil memasang muka termanisnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Coba baca dulu, Kak Dika!” ucapnya memelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Aku tak dapat menghindar lagi darinya dan terpaksa kubaca kata demi kata selembar kertas dengan logo gajah di pojok kiri atas tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “SELAMAT ANDA DINYATAKAN DITERIMA DI FAKULTAS KEDOKTERAN”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Mataku terbelalak penuh keheranan, aku tak percaya adikku yang super cengel itu diterima di Universitas bahkan di Fakultas yang sudah menolakku dua kali tersebut. Karena tidak percaya, kupelototi kembali tulisan tersebut dan kubaca kata demi kata dengan lebih hati-hati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “SELAMAT ANDA DINYATAKAN DITERIMA DI FAKULTAS KEDOKTERAN”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Setelah membaca kedua kaliny atersebut barulah aku yakin bahwa Agnes benar-benar diterima. Rasa bahagiaku tak terbendung lagi, kucium kedua pipinya dengan gemas, agnes hanya nyengir kuda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ kamu hebat, Dek”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ siapa dulu dong kakaknya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Mama yang baru mendengar berita tersebut juga sangat bahagia dan juga menciumi pipi Agnes tanpa ampun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Seharian otakku dipenuhi rasa penasaran mengapa adikku yang dulunya super duper malas itu bahkan karena nilainya jeblok pernah mamaku dipanggil oleh wali kelasnya, akhgir-akhir ini mendadak menjadi anak yang rajin belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Nes, kamu kok mendadak jadi pinter begini? ” tanyaku penasaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ belajar dong, Kak” jawabnya bangga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ iya, kakak tau kamu belajar terus akhir-akhir ini, bahkan sering kerja kelompok, tapi kok kamu bisa berubah drastis gitu?” tanyaku lebih selidik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ hm.........”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ ini semua karena Andre, Kak”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Andre, pacarmu yang culun itu” selorohku tak percaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ lebih tepatnya mantan pacarku, Kak”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “apa???????????????” aku terkejut dengan pernyataannya yang aneh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ iya, Kak... tadi siang aku dah mutusin dia, aku bilang sama dia kalau orang tuaku nggak setuju dengan hubungan kita dan aku mau disekolahkan ke luar negeri”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ kenapa kamu mutusin dia dengan cara kayak gitu, setau kakak kamu dan dia sangat mesra, dan dia orangnya baik” tanyaku kembali</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ sebenarnya aku nggak pernah tertarik dengan dia. Tapi aku pacaran sama dia karena aku ingin punya tempat bertanya tentang semua pelajaran di sekolah, dia khan pinter orangnya, Kak”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Hah.......................!!!!! ”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">mulutku melongo. Sungguh aku nggak percaya, Agnes bisa berbuat sejahat itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Kakak tau sendiri khan bagaimana mama sangat ingin ada anaknya yang bisa kuliah di fakultas kedokteran, setelah Kakak gagal memenuhi keinginan mama, tinggal Agnes lah satu-satunya harapan mama”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ tapi Nes, cara kamu salah... kamu telah menyakiti hati orang yang tidak bersalah ”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ tapi........”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Belum selesai Agnes berbicara, tiba-tiba ada sms yang masuk ke handphone nya, sejenak mulutnya komat-kamit membaca isi sms itu dan tiba-tiba ekspresi wajahnya menunjukkan rasa ketakutan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ kaaaaaaaaaaaaaaakkkk.......”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ ada apa, Nes?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ kak...... Andreeeeeeeeee....”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ kenapa, Nes? Ada apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Aku semakin cemas. Sejuta pertanyaan muncul di benakku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ ini kak....”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Bibirnya bergetar dan akupun mengambil handphone yang sedang ia pegang dan aku sungguh terkejut dengan isi sms tersebut yang tenyata dikirimkan oleh Linda teman sebangku Agnes di sekolahg.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> <i>Nes, cptn u ke Matahari. Andre mo bnuh dri mo lompat dr atap gdug</i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Dengan secepat kilat aku tarik tangan Agnes dan kemudian menuju ke garasi dan kami pun berangkat ke Matahari dengan kecepatan tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Sepanjang perjalanan Agnes terus menangis dan terus berdoa supaya tidak terjadi apa-apa dengan Andre. Aku yang awalnya ingin memarahi dia jadi tidak tega sendiri. Akupun melaju kendaraan dengan kecepatan tinggi dan sampai di parkiran Matahari lima belas menit kemudian dan ternyata orang-orang sudah ramai di sekitar gedung tersebut dan kulihat di atap gedung sedang ada cowok berseragam yang siap-siap akan melompat ke bawah, kalau dari ciri-ciri fisiknya sepertinya cowok itu memang Andre. Setelah keluar dari dalam mobil, Agnes langsung berteriak memanggil Andre</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ Andreeeeeeeeeeeeeeeeeeeee...... jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Teriakannya cukup keras sehingga membuat orang-orang di sekitar kita melihat ke arah kita semuanya, aku lihat Andre sepertinya juga menoleh ke arah kita. Setelah menoleh ke arah kita, Andre kembali mengambil ancang-ancang untuk melompat dan teriakan Agnes semakin histeris</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> “ jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannn”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Entah mendapatkan kekuatan dari mana tiba-tiba aku berlari ingin menyelamatkan Andre, mungkin karena aku tidak tega kalau Agnes harus menanggung rasa bersalahnya seumur hidup kalau Andre sampai mati bunuh diri. Aku terus berlari meniti tangga menuju ke lantai atas, banyak orang yang keheranan melihat aksiku, tanpa rasa lelah aku terus berlari sekuat tenaga, yang ada dalam pikiranku hanyalah menyelamatkan Andre secepatnya sebelum terlambat. Namun naas, ketika aku sudah sampai di lantai teratas tiba-tiba tanpa sengaja aku terpeleset dan kepalaku mendadak pusing dan aku hilang keseimbangan dan aku tidak ingat apa-apa lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Aku sedang berada di atap gedung Matahari tempat dimana aku mengutarakan cintaku kepada Agnes. Iya, di atap gedung ini aku akan mengakhiri hidupku untuk selamanya. Aku sangat kecewa karena Agnes yang sangat aku cintai tiba-tiba memutuskan hubungan kita dan itu terjadi bukan karena dia sudah tidak sayang sama aku tetapi karena orang tuanya tidak menyetujui hubungan kita, aku sadari memang kita berasal dari dua keluarga yang sangatlah berbeda. Agnes adalah anak seorang dokter ternama sementara aku hanyalah anak seorang petani miskin yang sekolah aja dibiayai oleh negara. Untuk apa aku hidup kalau harus kehilangan orang yang sangat aku cintai dan harus melihat Agnes juga kecewa karena keputusan orang tuanya. Biarlah aku mati, supaya Agnes bisa tenang memilih cowok lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Aku sudah bersiap-siap melompat ke bawah, ketika tiba-tiba aku mendengar suara Agnes memanggil-manggil namaku dari bawah. Keraguan mulai muncul di benakku tetapi tekadku sudah bulat, aku harus mati dan ketika aku akan melompat kudengar sayup-sayup suara jeritan Agnes dan hawa kematian mulai membuat bulu kudukku merinding. Keraguan dan ketakutan akan kematian semakin kuat menghinggapi dadaku dan tiba-tiba kepalaku pening sekali, sakit sekali. Kepalaku seperti berputar-putar dan aku merasa seperti memasuki lorong waktu dan ketika pening itu reda entah mengapa tiba-tiba aku merasa keputusanku untuk bunuh diri itu salah, bayangan-bayangan aneh mulai menyeruak dalam pikiranku. Bayangan-bayangan itu seperti nyata dimana aku disiram di atas kasur, mengantarkan Agnes ke sekolah, dan mendengar ucapan Agnes bahwa ia tidak pernah mencintaiku. Aku bingung, darimana bayangan itu muncul karena aku merasa aku tidak pernah mengalami kejadian itu sebelumnya tetapi mengapa bayangan itu terasa nyata sekali. Siraman air ibunya Agnes, empuknya pipi Agnes, dan omongan Agnes tentang sandiwara cintanya kepadaku terasa sangat nyata dan akupun mengurungkan niatku untuk bunuh diri karena takut akan kematian dan karena merasa Agnes tidak pantas mendapatkan pengorbanan seekstrim itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">- Sekian -</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span></span> <i><span style="font-size:12pt;">Jubung, 23 Desember 2011</span></i><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Calibri, 'sans-serif';"><br /></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Calibri, 'sans-serif';">16.00 WIB</span></em></p>
]]></description>
</item>
</channel>
</rss>
